Studi Resepsi

Studi Analisis Resepsi Bapak – Bapak Rumah Tangga Perumahan Maguwo Asri Maguwoharjo Terhadap Acara Televisi D’Academy 2 di Indosiar

 

BAB I

Pendahuluan

 

  • Latar Belakang

 

Televisi adalah salah satu media massa yang berjenis media elektronik yang muncul di Indonesia sejak awal orde baru. Televisi adalah media pandang sekaligus media pendengar (audio-visual), yang dimana orang tidak hanya memandang gambar yang ditayangkan televisi, tetapi sekaligus mendengar atau mencerna narasi dari gambar tersebut (Badjuri, 2010:39). kekuatan televisi salah satunya adalah memberikan gambaran bila dibandingkan dengan dengan media massa lainnya (radio, surat kabar, majalah, buku dan sebagainya), televisi tampaknya memberikan sifat yang istimewa. Ia merupakan gabungan dari media dengan dan gambar. Bisa bersifat informatif, hiburan, maupun pendidikan bahkan gabungan antara ketiga unsur tersebut.

Saat ini di Indonesia ada sekitar 11 macam stasiun televisi swasta yang semakin berkembang seiring dengan kuatnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Setiap stasiun televisi memiliki beragam program acara yang berisikan informasi, hiburan, atau hal lainnya. Program televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut (Naratama, 2004:63). Program televisi sangat berpengaruh pada keberhasilan sebuah stasiun televisi. Program acara televisi juga menentukan siapa target yang akan menonton acara televisi tersebut dan bagaimana cara menyajikannya agar dapat diterima dan dinikmati oleh penonton yang menjadi target acara tersebut.

Setiap stasiun televisi yang ada tentunya memiliki format stasiun tersendiri yang di targetkan oleh masing – masing stasiun televisi. Semisal dari yang kita lihat dari stasiun televisi Metro TV dan Tv One, mereka memiliki format stasiun dengan label news television atau televisi berita. Meskipun berformat televisi berita, isi dan kandungan program acara Metro TV dan TV One setiap harinya tak selalu berita. Stasiun-stasiun televisi tersebut juga memiliki program acara hiburan maupun acara-acara yang informatif dan edukatif.

Tujuan utama sebuah program acara televisi pastinya adalah menarik perhatian penonton yang menyaksikan program tersebut agar rating sprogram tersebut menanjak tinggi. Program televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut (Naratama, 2004:63). Setiap program televisi juga memiliki target masing – masing. Karena target audience di setiap waktu, umur dan jenis kelamin pun mempunyai minat yang berbeda – beda.

Pemenuhan program acara dengan dibentuk sedemikian rupa tidak lain adalah untuk meningkatkan rating dari acara tersebut. Dengan rating acara yang tinggi, tentunya akan menarik banyak pengiklan yang ingin iklannya terselip pada saat jeda pariwara acara tersebut. Dengan pola tersebut maka sebuah stasiun televisi akan melakukan banyak hal agar acara mereka mendapatkan rating yang tinggi. Dengan tujuan yang berbeda pada setiap stasiun televisi, stasiun-stasiun televisi swasta ini memiliki satu poin yang sama dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tujuan utamanya adalah mencari profit atau keuntungan yang berupa lembar-lembar rupiah. Ironisnya, agar dapat meraup keuntungan ini maka banyak stasiun televisi yang membuat program acara yang bersifat mengeksploitasi banyak hal.

Banyaknya acara di berbagai stasiun televisi yang menyajikan tayangan ajang mencari bakat yang salah satunya tarik suara atau menyanyi. Dari beberapa program acara ajang mencari bakat  yang kini tayang di stasiun televisi nasional Indonesia, peneliti tertarik untuk menganalisis tayangan paling menyegarkan dan fenomenal di tahun ini yang dipersembahkan olehIndosiar, D’Academy. Ada beberapa alasan peneliti memilih program acara tersebut, diantaranya:

  1. Program acara tersebut menjadi acara televisi nomer 1 dan juga mengantar Indosiar menjadi menjadi stasiun TV yang paling banyak ditonton.
  2. ditayangkan setiap hari pada pukul 00 WIB, jam tayang tersebut memberikan ruang dan waktu yang cukup banyak bagi bapak-bapak untuk menonton tayangan tersebut.
  3. Tayangan dengan durasi yang lama yaitu 3 sampai 4,5 jam. Dengan durasi terbeut penonton merasa puas dengan content acara terdebut.

 

Salah satu standar untuk mengukur khalayak media adalah menggunakan reception analysis, dimana analisis ini mencoba memberikan sebuah makna atas pemahaman teks media dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak. Reception analysis disini meliputi persepsi, pemikiran, preferensi dan interpretasi. Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. (Jalaluddin, 2004:51). Pemikiran didefinisikan sebagai perbuatan individu dalam menimbang-nimbang, menguraikan, menghubung-hubungkan sampai akhirnya mengambil keputusan. Preferensi yaitu semua ungkapan emosi individu yang menyertai pemikiran persepsi kita dalam menerima pesan, apakah pemirsa menyukai program berita tersebut atau tidak. Interpretasi merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan bagaimana kita memahami pengalaman.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti terdorong untuk mengadakan penelitian mengenai resepsi khalayak bapak-bapak rumah tangga terhadap program acara ajang mencari bakat  ”D’Academy 2” di Indosiar.

 

 

 

  • Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan maslaah Bagaimana Resepsi Bapak – Bapak Rumah Tangga Perumahan Maguwo Asri Maguwoharjo Terhadap Acara Televisi D’Academy 2 di Indosiar?

 

  • Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resepsi Bapak – Bapak Rumah Tangga Perumahan Maguwo Asri Maguwoharjo Terhadap Acara Televisi D’Academy 2 di Indosiar?

 

  • Manfaat Penelitian

 

  1. Secara akademis bagi peneliti untuk dapat menambah wawasan bagi para pembaca, memberikan kontribusi dalam memperluas dan memperkaya pengetahuan dalam bidang Ilmu Komunikasi tentang penggunaan metode analisis wacana kritis terhadap program acara televisi yang notabene adalah suatu bentuk penyampaian pesan sebagai sarana edukasi dan hiburan.
  2. Secara teoritis diharapkan berguna bagi pengembangan Ilmu Komunikasi mengenai Studi Resepsi dan menguji teori Ekonomi Politik Media
  3. Manfaat praktis, dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pandangan bapak –bapak rumah tangga terhadap tayangan D’Academy 2 dan sebagai sumbangan kepada tenaga professional sehingga mendapatkan pemahaman dan informasi yang mendalam mengenai studi resepsi pandangan.
    • Kerangka Teori

Studi Resepsi

Penelitian ini menggunakan analisis resepsi. Pendekatan analisis resepsi digunakan karena pada dasarnya audiens aktif meresepsi teks dan tidak dapat lepas dari pandangan moralnya, baik pada taraf mengamati, meresepsi atau dalam membuat kesimpulan. Analisis resepsi meliputi persepsi, pemikiran, preferensi, dan perasaan persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau huubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan atau persepsi ialah memberikan makna pada stimulasi inderawi (Rakhmat Jalaludin, 1996:51).

Penelitian resepsi mendasarkan pada kesadaran atau cara subyek dalam memahami obyek dan peristiwa dengan pengalaman individu. Analisis resepsi dapat melihat mengapa khalayak memaknai sesuatu secara berbeda, faktor-faktor psikologis dan sosial apa yang mempengaruhi perbedaan tersebut, dan konsekuensi sosial apakah yang muncul. Premis dari analisis resepsi adalah bahwa teks media mendapatkan makna pada saat peristiwa penerimaan, dan bahwa khalayak secara aktif memproduksi makna dari media dengan menerima dan menginterpretasikan teks-teks sesuai posisi-posisi sosial dan budaya mereka. Dengan kata lain pesan-pesan media secara subjektif dikonstruksikan khalayak secara individual. Pendekatan ini mencoba untuk membuka dan menguraikan pemahaman individu secara nyata, apa yang telah mereka alami dan rasakan. Analisis Resepsi dapat berarti sebagai analisis perbandingan tekstual dari sudut pandang media dengan sudut pandang audiens yang menghasilkan suatu pengertian tegas pada suatu konteks.

Komunikasi Massa

            Komunikasi massa merupakan suatu proses komunikasi dimana komunikasi tersebut dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas ( Bungin, 2008: 71). Berdasarkan defenisi ini terdapat enam unsur penting dari komunikasi massa yaitu komunikator, media massa, informasi massa, gatekeeper, khalayak (publik) dan umpan balik. Komunikator dalam komunikasi massa merupakan pihak yang menggunakan media massa dengan teknologi telematika modern sehingga informasi yang disebarkan dapat cepat ditangkap oleh publik. Informasi tersebut berupa pesan yang diterima oleh komunikan secara massa. Informasi yang sampai pada khalayak merupakan informasi yang telah diseleksi terlebih dahulu oleh gatekeeper dalam suatu organisai media massa. Khalayak dalam komunikasi massa adalah publik atau pemirsa yang bersifat heterogen dimana mereka telah menerima informasi yang disebarkan oleh media massa (Bungin, 2008: 72). Sementara umpan balik dalam komunikasi massa bersifat tertunda, namun seiring dengan perkembangan jaman yang disertai dengan perkembangan teknologi komunikasi seperti telepon dan internet maka umpan balik yang tertunda ini sudah mulai ditinggalkan.

Terdapat beberapa defenisi komunikasi massa menurut para ahli yang dirangkum menjadi satu kesatuan oleh Rakhmat, komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak serta elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat (Ardianto, 2004: 7).

 

Teori Ekonomi Politik Media

Teori yang digunakan dalam studi analisis resepsi ini adalah teori ekonomi politik media. Istilah ekonomi politik diartikan secara sempit oleh Mosco sebagai studi tentang hubungan-hubungan sosial, khususnya hubungan kekuasaan yang saling menguntungkan antara sumber-sumber produksi, distribusi dan konsumsi, termasuk di dalamnya sumber-sumber yang terkait dengan komunikasi (Barrett, 1995: 186). Dimana dalam konteks penelitian ini dikaitkan dengan kepemilikan suatu stasiun televisi swasta yang berorientasi pada keuntungan ekonomi dengan membuat program acara yang menjual. Program acara yang menjual tersebut dimaksud dapat menjual acara mereka untuk para penonton untuk mendapatkan rating tinggi dengan mengabaikan aspek-aspek lainnya seperti pendidikan.

Dalam studi media massa, penerapan pendekatan ekonomi politik memiliki tiga konsep awal, yaitu: komodifikasi, spasialisasi dan strukturasi. Komodifikasi adalah upaya mengubah apapun menjadi komoditas atau barang dagangan sebagai alat mendapatkan keuntungan. Dalam media massa tiga hal yang saling terkait adalah isi media, jumlah audiens dan iklan. Berita atau isi media adalah komoditas untuk menaikkan jumlah audiens atau oplah untuk peningkatan rating. Jumlah audiens atau oplah juga merupakan komoditas yang dapat dijual pada pengiklan. Uang yang masuk merupakan profit dan dapat digunakan untuk ekspansi media. Ekspansi media menghasilkan kekuatan yang lebih besar lagi dalam mengendalikan masyarakat melalui sumber-sumber produksi media berupa teknologi.

Golding dan Murdock menempatkan perspektif ekonomi politik media pada paradigma kritis. Golding dan Murdock berpendapat bahwa perspektif ekonomi politik kritis berbeda dengan arus utama dalam ilmu ekonomi dalam hal holisisme, keseimbangan antara usaha kapitalis dengan intervensi publik; dan keterkaitan dengan persoalan-persoalan moralitas seperti masalah keadilan, kesamaan, dan kebaikan publik (public goods).

 

BAB II

Kajian Pustaka

 

2.1 Penelitian Sebelumnya

Penelitian sebelumnya merupakan penelitian kualitatif studi resepsi dengan judul “ANALISIS RESEPSI PENONTON MAHASISWA STAIMS (SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MASJID SYUHADA) YOGYAKARTA TERHADAP TAYANGAN TALKSHOW KICK ANDY DAN GOLDEN AWARD DI METRO TV”, yang merupakan penulisan karya Artha dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2013. Pada penelitian tersebut menggunakan teori Khalayak aktif, Komunikasi, Komunikasi Massa, Fungs Komunikasi Massa, Talk Show, Media Massa, dan Efek Media Massa.

 

2.2 Pendalaman Konsep Tema

2.2.1 Media Massa

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara, 2002). Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik,  pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi (Rakhmat, 2001). Media menampilkan diri sendiri dengan peranan yang diharapkan, dinamika masyarakat akan terbentuk, dimana media adalah pesan. Jenis media massa yaitu media yang berorentasi pada aspek (1) penglihatan (verbal visual) misalnya media cetak, (2) pendengaran (audio) semata-mata (radio, tape recorder), verbal vokal dan (3) pada pendengaran dan penglihatan (televisi, film, video) yang bersifat ferbal visual vokal (Liliweri, 2001).

Effendy (2000), media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikasi berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya adalah surat kabar, radio, televisi, dan film bioskop, yang beroperasi dalam bidang informasi, edukasi dan rekreasi, atau dalam istilah lain penerangan, pendidikan, dan hiburan. Keuntungan komunikasi dengan menggunkan media massa adalah bahwa media massa menimbulkan keserempakan artinya suatu pesan dapat diterima oleh komunikan yang jumlah relatif  banyak. Jadi untuk menyebarkan informasi, media massa sangat efektif yang dapat mengubah sikap, pendapat dan prilaku komunikasi.

2.2.2 Acara Pencarian Bakat

Fenomena menjamurnya ajang pencarian bakat di  pertelevisian Indonesia merupakan cara dari stasiun televisi untuk merebut hati masyarakat dan menjadi upaya stasiun televisi swasta untuk mendominasi pilihan  penonton dengan saling mengungguli satu sama lain. Kondisi ini tentu membuktikan pernyataan McQuail (2005) bahwa sebagian besar media didirikan dengan motif ekonomi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan media itu sendiri dan bukan kepentingan  publik.

2.2.3 Segmentasi Audien

Media penyiaran harus menentukan segmentasi audien yang akan ditujunya, dalam proses pemasaran, segmentasi ini tidak berdiri sendiri, segmentasi merupakan satu kesatuan dengan targetting dan positioning. Targeting atau menetapkan target audien adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk dari targetting adalah target audien yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan iklan. Segmentasi pasar audien adalah suatu konsepyang sangat penting dalam memahami audien penyiaran dan pemasaran program. Eric Berkowitz dan rekannya mendefinisikan segmen pasar sebagai “dividing up market into distinct groups that (1) have common needs and (2) will respond similarly to a market acion”. (membagi uatu pasar kedalam kelompok-kelompok yang jelas yang (1)memiliki kebutuhan yang sama dan (2) memberikan respons yang sama terhadap suatu tindakan pemasaran). Dengan demikian, jika ditinjau dari prespektif audien penyiaran, maka segmentasi pasar adalah suatu kegiatan untuk mebagi-bagi atau mengelompokkan audien kedalam kotak-kotak yang lebih homogen.

Khalayak audien umum memiliki sifat yang heterogen, maka akan sulit bagi media penyiaran untuk melayani semuanya. Oleh karenannya harus dipilih segmen-segmen audien tertentu saja dan meninggalkan segmen lainnya. Bagian atau segmen yang dipilih itu adalah bagian yang homogen yang memiliki ciri-ciri yang sama dan cocok dengan kemampuan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pengelola program penyiaran harus memilih satu atau beberapa segmen audien saja yang memiliki karakter atau respons yang sama dari seluruh penduduk Indonesia. Dengan memahami siapa audiennya maka praktisi penyiaran dapat menentukan bagaimana cara menjangkaunya, program apa yang dibutuhkan, dan bagaimana mempertahankan audien dari program pesaing. Perusahaan praktis harus memilih segmen mana yang ingin dikuasai dan untuk itu harus dikuasai secara jelas siapa audiennya. Misalnya, bagaimana kelas sosial ekonomi audien dan program seperti apa yang mereka inginkan. Pengelola program penyiaran harus memahami kebutuhan audien dalam upaya untuk dapat mendesain program yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara efektif. Identifikasi audien dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan sejumlah audien yang memiliki gaya hidup, kebutuhan dan kesukaan yang sama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Metode Penelitian

 

  • Jenis penelitian

Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositifsime, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi  (Sugiyono, 2009:15).

Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pada penelitian ini juga menggunakan analisis resepsi. Reception Analysis atau analisis resepsi adalah suatu studi yang berfokus pada makna, produksi danpengalaman khalayak dalam interaksi mereka dengan teks media. Fokusnya pada proses decoding, interpretasi, dan pembacaan, sebagai konsep inti dari analisis resepsi. Model ini digunakan dalam menjawab permasalahan penelitian ini karena mengakomodasi bagian yang lebih luas dari sekedar struktur, perilaku, dan kinerja pasar. Ia merupakan salah satu bentuk kritisi terhadap penelitian komunikasi massa yang mengkonseptualisasikan proses komunikasi dalam bentuk sirkuit sirkulasi atau panah berupa hubungan linear antara pengirim, pesan, penerima, model ini intinya ingin menemukan atribusi dan konstruksi arti (yang dibentuk oleh media) dengan receiver.

 

  • Objek Penelitian

Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek penelitian. Juga dimana dan kapan penelitian dilakukan, bias juga ditambahkan dengan hal-hal lain jika dianggap perlu (Husen Umar 2005:303). Objek penelitian dalam penelitian ini adalah bapak – bapak rumah tangga terkait dengan pandangan mereka terhadap tayangan program mencari bakat D’Academy 2 di Indosiar

  • Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian kali ini akan dilakukan pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Perumahan Maguwo Asri Maguwoharjo dan Provinsi DKI Jakarta dimana acara D’Academy 2 dilaksanakan langsung dari studio Indosiar.

  • Sumber Data

Sumber data ini adalah tempat, orang, atau benda yang dapat memberikan data sebagai bahan penyusunan informasi bagi peneliti. Menurut Lofland dan Lofland (dalam Moleong, 2007:157) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

Jenis sumber data utama penelitian kualitatif yang dipakai dalam penelitian ini dapat diklasifikasi sebagai berikut :

  1. Narasumber (Informan)

Narasumber dalam hal ini yaitu orang yang bisa memberikan informasi lisan tentang sesuatu yang ingin kita ketahui. Seorang informan bisa saja menyembunyikan informasi penting yang dimiliki oleh karena itu peneliti harus pandai-pandai menggali data dengan cara membangun kepercayaan, keakraban dan kerjasama dengan subjek yang diteliti di samping tetap kritis dan analitis. Narasumber yang akan ditemui adalah pengamat media televisi, pimpinan produksi acara D’Academy, dan Bapak – Bapak Rumah Tangga Perumahan Maguwo Asri terkait dengan pandangan mereka terhadap tayangan program mencari bakat D’Academy 2 di Indosiar.

  1. Dokumen

Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktifitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen tertulis seperti arsip, database, surat-surat, rekaman, gambar, benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa. Dokumen ini sendiri adalah tayangan program acara D’Academy 2.

  1. Tempat atau lokasi

Informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun linkungannya. Dari pemahaman lokasi dan lingkungan, peneliti bisa secara cermat mengkaji dan secara kritis menarik kemungkinan kesimpulan. Pada penelitian kali ini peneliti akan melihat lokasi dan kondisi lingkungan Peumahan Maguwo Asri dan juga tentunya tempat berlangsungnya acara D’Academy 2.

 

  • Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2008:62). Dalam usaha pengumpulan data serta keterangan yang diperlukan, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

  • Wawancara Mendalam

Menurut Moleong (2007:186) mendeskripsikan wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak,yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan. Sedangkan menurut Esterberg (2002) dalam Sugiyono (2008:72) mengungkapkan wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Untuk mendapatkan informasi dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan pengamat media televisi, pimpinan produksi D’Academy, dan Bapak – Bapak Rumah Tangga Perum Maguwo Asri dalam konteks penelitian yang sekiranya dapat membantu memberikan informasi.

 

 

  • Analisis Isi / Dokumen

Andi (2010:192) mengungkapkan dokumen merupakan rekaman yang bersifat tertulis atau film dan isinya merupakan peristiwa yang telah berlalu. Jadi, dokumen bukanlah catatan peristiwa yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang, namun catatan masa lalu. Pengumpulan data dalam penelitian ini tentunya juga akan menggunakan cara analisis isi / dokumen dengan alasan untuk memperkuat data yang telah ada sebelumnya atau sebagai perbandingan dari hasil wawancara. Merujuk pada tayangan program acara D’Academy yang ditonton oleh Bapak – Bapak Rumah Tangga Perum Maguwo Asri.

  • Observasi

Observasi menurut Raco (2010:112) adalah bagian dalam pengumpulan data. Observasi berarti mengumpulkan data langsung dari lapangan. Adapun menurut Sutrisno Hadi (1987) dalam Andi Prastowo (2010:27) mengartikan observasi adalah sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap suatu gejala yang tampak pada objek penelitian. Dalam melakukan observasi peneliti menggunakan observasi terbuka dimana peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan sebenarnya kepada sumber data, bahwa sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti (Moleong 2007:176).

Oleh karena itu fakta atau fenomena yang akan di observasi adalah terkait dengan kondisi demografis dan geografis lingkungan Perumahan Maguwo Asri Maguwoharjo tempat bapak – bapak tersebut tinggal dan beraktivitas dengan membandingkan lingkungan tempat diselenggarakannya acara D’Academy 2 di Indosiar.

 

 

  • Validitas Data

Pada penelitian kuantitatif untuk memperoleh data yang valid, reliabel perlu uji instrumen yang valid dan reliabel pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. Sedangkan untuk penelitian kualitatif bukan uji instrumen melainkan uji data yang dikumpulkan (Sugiyono 2007:365). Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Merujuk pada apa yang dipaparkan oleh Sugiyono data yang diperoleh pada penelitian kualitatif harus sesuai antara yang terjadi di lapangan dengan yang akan di tulis. Untuk mendapatkan data yang valid perlunya dilakukan triangulasi pada data tersebut. Dalam penelitian ini akan dipakai 2 triangulasi yaitu triangulasi data dan triangulasi metode.

  • Triangulasi Data

Peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:330).

Dalam triangulasi data ini peneliti menggunakan data yang beranekaragam seperti data dari wawancara dengan pihak terkait, juga hasil dari studi analisis resepsi pandangan Bapak – Bapak Rumah Tangga terhadap tayangan program acara D’Academy 2 yang telah ada. Masing-masing cara  itu akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda, yang selanjutnya akan memberikan pandangan (insights) yang berbeda pula mengenai fenomena yang sedang diteliti.

  • Triangulasi Metode

Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.

Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data  dengan cara yang berbeda. Dalam penelitian kualitatif peneliti menggunakan metode wawancara, obervasi, dan survei. Untuk memperoleh kebenaran informasi yang handal dan gambaran yang utuh mengenai informasi tertentu, peneliti menggunakan metode wawancara dan analisis isi untuk mengecek kebenarannya. Selain itu, peneliti juga bisa menggunakan informan yang berbeda untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Triangulasi tahap ini dilakukan jika data atau informasi yang diperoleh dari subjek atau informan penelitian diragukan kebenarannya ataupun untuk perbandingan hasil yang sebelumnya didapat.

Pada data yang terkumpul nantinya akan dilakukan triangulasi sebagai pengabsahan data. Peneliti akan membandingkan hasil dan korelasi wawancara antara pihak terkait seperti pengamat media televisi, pimpinan produksi D’Academy, dan para bapak rumah tangga perum maguwo asri apakah saling berelevansi dan tidak bertolak belakang antara satu dan yang lainnya. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data valid.

 

  • Teknik Analisa Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dimengerti. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif, yaitu analisa yang diperoleh melalui proses observasi langsung terhadap objek yang diteliti untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian dan studi pustaka yang tidak memungkinkan untuk menggunakan pengukuran secara numerik atau analisis kuantitatif.

Untuk analisis data kualitatif yang dipakai kali ini adalah analisis resepsi. Penekanan dalam analisis data ini berupa pemikiran dan pendapat dari informan. Ada dua elemen dalam analisis resepsi ketika menginterpretasikan teks, yakni : (1) menganalisis hasil wawancara dan wacana dari audiens. (2) kajian dalam analisis resepsi tidak melakukan pemisahan antara analisis dan interpretasi audiens tentang media (Jensen dalam Jensen dan Jankowsky: 1993, 139-140). Cara kerja metode analisis menggunakan analisis resepsi, yaitu yang didasarkan pada tanggapan atau resepsi pembaca terhadap karya sastra. Analisis ini juga menggunakan metode kualitatif, yang secara keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi (Ratna, 2007: 46).

Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif di mana dalam  penelitian kualitatif akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari informan dalam penelitian. Data deskriptif tersebut berupa narasi-narasi kualitatif yang diperoleh dari hasil interpretasi dan wawancara mendalam yang dilaksanakan untuk menjawab rumusan masalah peneliti.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta

Sugiyono, 2003. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : CV Alfabeta.

Arikunto, 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Moleong, Lexy J, 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :

Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Raco, 2010. Metode Penelitian Kualitatif : Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta : Grasindo

Prastowo, Andi. 2010 Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Diva Press

Nasution, 2003. Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Sugiono, 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta

Moleong, L. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja

Rosdakarya.

Eriyanto,Analisa Wacana dengan Analisis Teks Media. Yogyakarta:LKIS.2001

Sobur,Alex.Analisis Teks Media.PT Remaja Rosdakarya.Bandung.2001

Meenakshi, Durham dan Douglas M. Kellner. 2002. Media and Cultural Studies. Oxford:Blackwel

WEB :

http://rizska.blogspot.com/2013/12/contoh-proposal-skripsi-analisis.html

http://karyono1993.wordpress.com/thesis/metode-penelitian/

http://desiesyworlds.blogspot.com/2012/05/metode-penelitian-kualitatif.html

http://xerma.blogspot.com/2013/08/pengertian-televisi-menurut-para-ahli.html

http://yayan-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-70806-Ekpol%20Media-Relasi%20Ideologi,%20Media%20Massa%20dan%20Ekonomi%20Politik%20Media.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

Interview Guide

Pengamat Media Televisi

 

  1. Melihat fenomena yang terjadi dalam program acara TV khususnya pencarian bakat yaitu D’Academy 2 yang cenderung hanya menunjukan seperti acara lawak dan bukan menjadi ajang pencarian bakat. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini ?
  2. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?
  3. Jika diamati, tayangan seperti ini hnya memperlihatkan aspek hiburan saja dan salah satu peran media TV sebagai sarana edukasi telah terkesampingkan dengan adanya program acara tersebut. Adakah efek yang akan ditimbulkan dari program acara ini terhadap perilaku penonton? seperti apa ?
  4. Seharusnya tayangan seperti apa yang ideal disaksikan oleh sejumlah penonton terutama kalangan orang tua ? mengapa ?
  5. Apa harapan anda mengenai tayangan-tayangan televisi yang dibuat oleh industri media ke depannya ?
  6. Pesan atau saran apa yang akan anda berikan pada pihak-pihak yang bertanggungjawab dibalik layar mengenai standar dan mutu pembuatan suatu program acara ke depannya ?

 

Pimpinan Produksi Acara D’Academy 2

 

  1. Apa ide awal dibuatnya program acara D’Academy 2 ?
  2. Apa tujuan dengan dibentuknya program D’Academy 2 ?
  3. Pada dasarnya, pembuatan program acara D’Academy 2 ini disegmentasikan untuk siapa ?
  4. Jika dilihat saat ini, hampir semua lapisan masyarakat menikmati acara D’Academy 2. terutama kalangan orang tua. Bagaimana?
  5. Menurut anda, acara D’Academy 2 ini sudah ideal jika ditonton oleh kalangan orang tua karena bisa dilihat kontent acara yang berubah ?
  6. Media televisi mempunyai salah satu peran sebagai sarana hiburan dan edukasi. menurut anda,apakah tayangan D’Academy 2 ini telah mencakup peran tersebut ?
  7. Sebagai pekerja media, apa harapan anda terhadap tayangan2 yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan stasiun tv lain?

 

Bapak -Bapak Rumah Tangga

 

  1. Apakah anda menyaksikan program acara D’Academy 2 di Indosiar?
  2. Menurut anda, bagaimana tayangan tersebut ?
  3. Sebagai profesional, penilaian yang anda berikan terhadap tayangan pada program acara D’Academy 2 yang banyak disaksikan oleh para orang tua, khususnya bapak – bapak ?
  4. Apa pendapat anda tentang acara ini yang sudah mulai berubah pada konten acara yang menjadi acara lawak?
  5. Apa harapan anda mengenai tayangan televisi untuk ke depannya ?
  6. Pesan dan saran apa yang ingin anda berikan kepada pihak2 yang berada dibalik layar mengenai standar dan mutu pembuatan suatu program acara ke depannya ?
  7. Apakah acara D’Academy 2 merupakan acara yang mendidik?
  8. Adakah nilai edukasi di dalam acara D’Academy 2?
  9. Lalu peran anda sebagai pengamat media, apakah anda pro atau kontra terhadap acara D’Academy 2 tersebut?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s